Etika Masuk Obyek Wisata Di Bali15 February 2009Anda berwisata ke Bali, tentu, ingin menyaksikan berbagai objek dan daya tarik wisata (ODTW), seperti keindahan alam, aktivitas budaya dan ritual Agama Hindu, termasuk keramahan penduduknya. Dalam kaitan itu, ada beberapa hal harus dipatuhi ketika anda mengunjungi sebuah ODTW.
Apabila obyek wisata yang anda kunjungi itu berupa tempat suci (pura) hendaknya mematuhi ketentuan berikut:
- Pastikan anda mengunakan selendang atau sarung sebagai syarat minimal memasuki pura.
- Pastikan anda tidak dalam keadaan menstruasi (datang bulan) karena bagi umat Hindu dianggap cuntaka (halangan).
- Jangan lalu lalang/lewat dan ribut di depan saat umat Hindu melakukan persembahyangan.
- Jangan memegang atau menyentuh alat-alat upacara ketika berlangsungnya aktivitas ritual (upacara).
- Jika anda ingin mengambil gambar/memotret hendaknya mohon izin sebeumnya karena ada beberapa objek di pura tidak boleh diabadikan dalam gambar.
- Karena pura merupakan tempat suci bagi umat Hindu maka para wisatawan yang berada di areal pura jangan berkata kasar, atau melakukan tindakan yang tak senonoh.
- Sebaiknya anda datang bersama tour guide atau minta bantuan pemandu di pura yang anda kunjungi karena di beberapa pura di Bali telah dipersiapkan pemandu objek lokal yang tahu persis tentang aturan yang harus anda patuhi.
- Di beberapa obyek wisata pura, biasanya, ada kotak dana punia (sumbangan sukarela) yang tersedia. Jika anda menyumbang, hendaknya dengan tulus ikhlas.
Apabila obyek wisata yang dikunjungi itu merupakan tentang alam atau Objek wisata alam monkey forest seperti Sangeh, Alas Kedaton, atau Ubud Monkey Forest mesti memperhatikan hal-hal berikut:
- Pastikan anda ketika memasuki objek wisata ini dipandu oleh guide obyek yang tersedia di sana karena mereka tahu betul karakter dan prilaku kera di objek wisata itu. Jika anda ingin memberikan makanan (kacang, pisang, dan sejenisnya) bisa dibeli disekitar objek.
- Semua barang perlengkapan yang anda bawa, seperti halnya kamera, kacamata, dompet, dan sejenisnya lebih baik ditaruh di tempat yang aman karena adakalanya barang-barang itu diambil oleh kera sebagai kompensasi untuk mendapatkan makanan.
- Jika saat itu anda tidak membawa jenis makanan seperti disebutkan pada poin 2 di atas, usahakan tangan anda dalam keadaan terbuka. Ini penting untuk memastikan bahwa anda tidak membawa makanan yang disembunyikan.
- Jika ingin mengambil foto bersama kera, anda harus memberinya makanan terlebih dahulu.
- Anda mesti selalu minta pengawasan dari pemandu wisata.
- Tiap saat memasuki obyek wisata, anda akan dikenakan biaya masuk yang besarnya berbeda-beda antara satu ODTW dan ODTW lainnya.
|
|
|
|
|
| Jenis Mobil Sewa |
 |
 |
 |
 |
| |
Suzuki APV |
Suzuki
Karimun |
Suzuki Jimny |
Toyota
Avanza |
| Setir sendiri / 24 jam |
Rp.235.000 |
Rp.170.000 |
Rp.115.000 |
Rp.230.000 |
| Mobil + pengemudi |
Rp.285.000 |
Rp.230.000 |
Rp.185.000 |
Rp.285.000 |
| Mobil + pengemudi + bbm |
Rp.400.000 |
- |
- |
Rp.400.000 |
| Jenis Mobil Sewa |
 |
 |
 |
 |
| |
Daihatsu Xenia |
Toyota
Kijang LGX |
Toyota
Innova |
Isuzu ELF |
| Setir sendiri / 24 jam |
Rp.225.000 |
Rp.250.000 |
Rp.350.000 |
- |
| Mobil + pengemudi |
Rp.285.000 |
Rp.325.000 |
Rp.425.000 |
- |
| Mobil + pengemudi + bbm |
Rp.425.000 |
Rp.450.000 |
Rp.600.000 |
Rp.600.000 |
| Jenis Mobil Sewa |
 |
 |
 |
 |
| Charter durasi 10 jam |
Kia Pregio |
All New
Camry |
Toyota
Alphard |
Mercedez
E230 |
| Mobil + pengemudi + bbm |
Rp.600.000 |
Rp.1.450.000 |
Rp.1.450.000 |
Rp.1.450.000 |
Keterangan:
* Kelebihan waktu sewa mobil setir sendiri sebesar 10% dari harga
sewa mobil.
* Durasi jasa pengemudi selama 10 jam. Extra jam dikenakan Rp.20.000. |
|