Kondisi kepariwisataan nasional, termasuk Bali, tahun depan dipastikan runyam sebagai dampak krisis finansial global. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai terasa dengan adanya penurunan kunjungan wisman serta timbulnya pembatalan (cancellation) di sejumlah hotel. Untuk itu diperlukan langkah-langkah nyata dari pemerintah untuk mengantisipasi makin memburuknya dampak resesi dunia.
Demikian dikemukakan Ketua Kadin Bali, Gde Wiratha mengomentari sinyal keterpurukan pariwisata belakangan ini. Salah satu langkah jangka pendek yang perlu segera dilakukan, usul Wiratha, mencanangkan tahun bebas visa 2009. Dengan demikian untuk sementara tak perlu lagi diberlakukan Visa on Arrival (VoA). “ini untuk merangsang turis datang ke Indonesia,” ujar Wiratha di Denpasar, Kamis (18/12) kemarin.
Menurut mantan Ketua PHRI Bali ini dan informasi yang didapatnya dari kalangan Imigrasi, pendapatan negara dan VoA tak lagi sebanding dengan kerugian yang terjadi secara multiplier effect dan kebijakan tersebut. Demikian pula dari sisi keamanan, ancaman justru lebih banyak datang dari dalam negeri sendiri, bukan dari turis asing. Sebagaimana diketahui, pelaku teroris justru orang Indonesia.
“Sedangkanmenyangkut asas resiprokal (kesetaraan-red) jangan dulu kita bicarakan. Kita dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk bersetara-setara secara politis dengan negara-negara yang lebih maju. Bukannya saya meremehkan, tetapi sekadar mengingatkan agar bangsa kita tahu diri dan bersikap realistis. Bahasa gaulnya, sudah miskin, belagu pula, seloroh Wiratha.