Kendati libur panjang akhir tahun berlalu, ribuan wisatawan domestik masih memadati obyek wisata alam Sangeh yang terletak di Jalan Raya Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Wisatawan domestik yang dinominasi oleh pelajar itu, datang dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Semarang, dan beberapa daerah lainnya. Sejak perayaan pergantian tahun lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sangeh masih didominasi wisdom. Bahkan, hingga H+7 mereka yang ingin menyaksikan satwa kera ini mencapai 36.665.000 orang lebih, seperti apa yang diungkapkan oleh Ketua Pengelola Objek Wisata Alam Sangeh, Made Sumohon, Kamis (8/1) lalu.
Menurut Sumohon, hujan yang turun hampir tiap hari itu, tidak membatalkan minat wisatawan berkunjung ke objek wisata Sangeh. Ini terbukti, jumlah pengunjung saat musim hujan masih normal, yakni sekitar 5 ribu orang per harinya. Di sini pengunjung yang datang masilh kebanyakan wisatawan domestik dan lokal, hanya beberapa persen asing. Karena itu, krisis finansial yang tejadi di AS tidak signifikan mempengaruhi kedatangan wisatawan, hanya saja menngubah image buruk objek wisata di mata pengunjung masih menjadi , tambahnya. Sumohon mengakui, banyak biro pejalanan yang enggan membawa wisatawannya berkunjung ke Sangeh. Sebab, biro perjalanan yang membawa wisatawan ke Sangeh harus berbalik haluan, karena akses jalan menuju objek wisata tersebut buntu. Sementara itu, salah satu pengunjung yang berasal dan Sragen, Jawa Tengah, mengatakan, objek wisata Sangeh yang mematok tarif Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing ini sudah populer di Jawa Tengah.
Tidak sedikit dari wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Sangeh adalah wisatawan perorangan yang menyewa mobil selama liburan di Bali. Dengan menyewa mobil baik dengan sewa mobil setir sendiri maupun dengan pengemudi, wisatawan akan lebih leluasa menentukan obyek wisata yang akan dikunjungi. Disamping itu, yang menjadi pertimbangan lain menyewa mobil untuk liburan dan tour selama di Bali adalah kenyamanan. Liburan akan lebih terasa private dan tidak harus terburu-buru mengikuti jadwal kunjungan ke obyek-obyek wisata sesuai yang telah dijadwalkan oleh biro perjalanan atau travel.