Cuaca yang tidak menentu di kawasan Pantai Kuta membuat banyak wisatawan merasa terganggu. Angin kencang dan hujan lebat membuat wisatawan tidak bisa menikmati Pantai Kuta. Pantai Kuta yang biasa diserbu wisatawan mancanegara dan lokal minggu ini terlihat lebih sepi dibanding biasanya. Tumpukan sampah pun membuat wisatawan semakin enggan menikmati Pantai Kuta.
Walau demikian beberapa wisatawan memaklumi keadaan Pantal Kuta di musim penghujan ini. Bahkan terdapat wisatawan yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Salah satunya wisatawan asal Australia, Brian. Ia mengaku biasa dengan cuaca buruk seperti ini di Bali yang terjadi setiap bulan Januari. Namun bagi Brian keadaannya memberi keuntungan sendiri. Ia dan temannya dapat memanfaatkan gelombang yang tinggi untuk bermain selancar.
Lain halnya dengan wisatawan mancanegara lainnya asal lnggris, Owain. Ia mengeluhkan cuaca yang tidak menentu di Pantai Kuta yang menyebabkan dirinya tidak bisa berjemur.
Namun hujan yang kerap turun dipandang positif oleh Ketua Satgas Kuta, Ngurah Agung Tresna. Menurut Tresna, dengan hujan maka tidak tenjadi badai pasir akibat angin kencang.
“Biasanya bila angin kencang akan ada badai pasir hingga ke jalanan. Syukur saat ini hujan sehingga tidak ada badai pasir,” kata Tresna. Tresna juga mengatakan pasir yang terbawa angin hingga ke jalanan seringkali menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor terutama kendaraan roda dua. Menanggapi banyaknya sampah di Pantal Kuta, Tresna mengatakan pihaknya cukup kewalahan. Walau ratusan truk sampah telah datang mengangkut sampah, akibat,angin dan gelombang tinggi sampah kembali memenuhi Pantai Kuta.