Wilayah Bali utara hampir seluruhnya ditetapkan bernaung
di bawah pemerintahan Kabupaten Buleleng. Dengan begitu,
Buleleng adalah kabupaten yang terluas wilayahnya di antara
kabupaten lain di Bali. Batas Pegunungan yang membujur timur
ke barat sepanjang pertengahan Bali termasuk dalam wilayah
Buleleng. Karenanya, Buleleng adalah wilayah yang lengkap.
Memiliki gunung, dataran, danau dan laut utara pulau BaJi.
Kendati memiiki wilayah yang terluas di Bali, sebagaian
wilayah Buleleng adalah daerah kering, terutama di daerah
pegunungan Buleleng barat dan Buleleng timur.
Kondisi alam yang dimiliki Buleleng membuat Buleleng tak
bisa mengandalkan pertanian tanah basah. Namun keadaan ini
justru membawa Buleleng sebagai daerah perkebunan penghasil
buah-buahan seperti jeruk, cengkeh dan kopi di daerah pegunungan
sedangkan sepanjang daerah pesisir adalah penghasil buah
anggur dan tembakau.
Sebagaimana daerah-daerah Bali Selatan, Buleleng pun menyimpan
peran masa lalu saat masa perkembangan ekspedisi Palapa
Patih Gajah Mada merangkul Bali. Desa-desa kuna Sembiran,
Ulali dan desa lain disekitarnya membuktikan bahwa wilayah
Bali utara tak luput mewarnai perjalanan sejarah Bali. Kekuasaan
Ki Gusti Panji Sakti bahkan sempat merambah daerah Jawa
Timur. Berbagai pura di sepanjang Bali utara, mulai dan
Pura Payogan Prapat Agung, Pura Pulaki, Pura Ponjok Batu
hingga Pura Candi Gora menunjukan bahwa Bali utara adalah
bagian penting dari perjalanan dharma para bijak di masa
lalu.
Saat masa penjajahan Belanda, wilayah Buleleng balikan
dipandang sebagai daerah strategis oleh Belanda untuk mulai
pergerakan menguasai Bali. Wilayah 8 kerajaan di Bali, termasuk
Buleleng, yang sudah terikat dalam kesepakatan Faswara Asia
Negara gigoyahkan oleh Belanda justru dari kekuatan Bali
utara di daerah Buleleng. Tahun 1846 Buleleng dijatuhkan
dalam pertempuran sengit yang dikenal sebagai Perang Buleleng.
Tekanan Belanda terus dilakukan menyusul Perang Jagaraga
pada tahun 1849 yang memastikan Buleleng sepenuhnya dikuasai
oleh Kompeni.
Perjalanan Bali dari masa ke masa hingga era milenium
ke tiga ini telah mambawa pula imbas ke wilayah Buleleng
untuk turut berkiprah dalam dunia pariwisata. Daerah pesisir
sepanjang Bali utara, terutama kawasan Lovina dan Kalibukbuk.
adalah potensi daerah hunian wisata yang dimiiki oleh Buleleng
Secara keseluruhan berbagai warisan seni budaya Buleleng
memiiki ciri khas yang agak berbeda dengan warna seni budaya
daerah Bali selatan.