Perum Angkasa Pura (PAP) I Ngurah Rai telah menyampaikan rencana penutupan sementara semua jenis penerbangan saat umat Hindu melaksanakan Catur Brata Panyepian tahun Caka 1933. Pernyataan itu disampaikan melalui Notice to Airman kepada perusahaan penerbangan, baik domestik maupun luar negeri.
Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Sherly Yunita, Kamis (3 Maret 2011) menyatakan, Bandara Ngurah Rai akan ditutup sejak Sabtu 5 Maret 2011 pukul 06.00 wita hingga Minggu 6 Maret 2011 pukul 06.00 wita. Informasi penutupan telah disampaikan kepada seluruh komumtas penerbangan di dunia melalui Notice to Airman. Dikatakan, penutupan bandara diperkuat surat edaran Gubernur Bali nomor 003.2/194 76/DPIK tertanggal 30 November 2010 yang disampaikan kepada tiga Dirjen yakni Dirjen Perhubungan Laut, Darat dan Udara Kementerian Perhubungan serta 23 instansi terkait di tingkat pusat dan Provinsi Bali.
Sherlyjuga mengakui, telah menerima surat edaran dari Bendesa Adat Tuban yang melarang warganya memainkan kembang api. Sebelum bandara ditutup, pesawat terakhir yang akan mendarat dan langsung kembali melakukan perjalanan adalah Korean Air untuk penerbangan internasional dan Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik. Sedangkan pesawat yang akan melayani penumpang sesaat setelah bandara dibuka adalah maskapai Batavia dan Garuda Indonesia. Semua lampu di bandara pun akan dipadamkan, kecuali lampu pada tower tetap menyala untuk mengontrol navigasi.
General Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Benoa Iwan Sabatini juga menyatakan akan menutup operasional selama perayaan tahun Caka 1933 sesuai dengan surat Adpel No. UK. 111/2/2/Ad. Bna-2011 ten tang surat edaran berkaitan dengan perayaan tersebut dan pihak pelindo sudah menempatkan beberapa personel. Di antaranya petugas dan akan bertugas full selama 24 jam.