Penduduk Bali
 |
Bonus sewa mobil di Sewa
Mobil Bali.Biz
Dapatkan bingkisan oleh-oleh khas Bali berupa Kacang Disco setiap sewa mobil charter di Bali Sewa Mobil.Biz periode liburan Juni, Juli,Agustus 2009. Kacang Disco, oleh-oleh khas Bali rasanya gurih, nikmat dan bikin lidah bergoyang, cocok dinikmati saat santai atau relax. Sewa mobil (Suzuki APV / Avanza New) 10 jam hanya Rp.400.000 sudah termasuk pengemudi pariwisata dan BBM. |
 |
Sewa mobil Karimun Estilo murah di Bali dengan harga promo Rp.240.000 / 10 jam.
Harga sewa mobil sudah termasuk mobil + driver tanpa BBM, buruan pesan |
Harga promo sewa mobil ini memang jujur dan
murah, dikemudikan oleh pengemudi pariwisata/guide.
Hubungi Hotline : 0361 9191543 SMS: 0852 3703 1956
|
|
Jumlah
penduduk Propinsi Bali menurut sensus penduduk tahun 2000
adalah 3.146.999 yang tersebar di 9 kabupaten dan kota. Empat
sensus sebelumnya mencatat jumlah penduduk Bali berturut-turut
sebagai berikut: pada sensus 1995 adalah 2.904.828 orang,
pada sensus 1971 turun menjadi 2.120.091 orang, sensus 1980
mencatat 2.469.930 orang dan sensus 1990 meningkat menjadi
2.777.356 orang.
Perbedaan ciri dan potensi antar kabupaten/kota menyebabkan
tidak meratanya persebaran penduduk Bali di semua kabupaten
dan kota. Kabupaten Buleleng
dan Kota Denpasar menempati
status jumlah wilayah dengan jumlah penduduk terbesar yaitu
17.74% (Buleleng) dan
13,92% (Denpasar) dari seluruh
penduduk Bali.
Dalam hal kepadatan penduduk, Kota
Denpasar menempati urutan pertama dengan tingkat kepadatan
4.295 orang/km2. Artinya dengan luas wilayah seluas 123.98
kms, Kota Denpasar dihuni
oleh 532.440 orang. Di urutan kedua adalah Kabupaten
Gianyar dengan kepadatan 1.068 orang/km2. Adapun kepadatan
paling rendah terdapat di Kabupaten
Jembrana. Dengan wilayah seluas 841.80 km2, kabupaten
ini hanya dihuni 217.199 orang atau 275 orang/km2. Selain
berdomisili di Provinsi Bali, penduduk Bali juga tersebar
di berbagai provinsi di Indonesia baik sebagai transmigran
atau sebagai penduduk pendatang yang bekerja di kota-kota
besar lainnya, terutama di Pulau Jawa.
Sebagai satu komunitas, penduduk Bali terikat pada segi-segi
kehidupan social dan budaya yang oleh masyarakat Bali disebut
sebagai Tri Hita Karana yaitu kewajiban menjalankan kehidupan
spiritual, (parhyangan) sebagai atma (jiwa), kewajiban memelihara
wilayah pemukiman dan lahan (palemahan), sebagai angga (raga),
dan kewajiban melakoni hidup bermasyarakat dalam satu ikatan
aturan (pawongan) sebagai khaya (tenaga).
Manusia, masyarakat dan kebudayaan Bali, pada perkembangannya
kini, sesungguhnya diwarnai oleh perjalanan budaya dan perilaku
masyarakat pada masa Bali kuna, masa Bali Majapahit dan masa
Bali modern. Pemahaman tentang hidup terdiri dari dari unsur
atma, angga dan khaya, yang bersumber dari ajaran Hindu, menjadikan
pola hidup masyarakat Bali unik dan lentur menyikapi perubahan
jaman. Perkembangan budaya dan perilaku manusia Bali dari
Bali kuna ke Bali modern yang dilakoni secara lentur telah
pula menumbuhkan perekonomian, ilmu pengetahuan dan teknologi
yang senantiasa diupayakan terpadu harmonis dengan warna budaya
lokal. Budaya Bali, kemudian tampak seperti terus tumbuh berkelanjutan
mengalami perkembangan dengan tetap menampakan ciri budaya
setempat.
|