Blog kali ini kami tulis berkenaan dengan kecintaan wisatawan asing atas Pulau Bali yang indah, penduduk yang ramah dan budaya yang memikat. Kesan ini kami dapatkan setelah menghandle tamu group dari Belgia. Mereka kagum atas Bali. Mari kita jaga keamanan Bali keamanan Bali khususnya dan Indonesia umumnya.
Hari ini 23 August 2009 Surga Bali memiliki job yaitu transfer tamu dari Ubud ke Sanur, 10 orang tamu Belgia dan 1 tour leader, totalnya 11 orang, pindah hotel ke salah satu hotel boutique terkenal di bilangan Jl.Danau Tamblingan, Sanur, sewa
mobil 2 unit, 1 Isuzu
ELF dan 1 Suzuki
APV.
Memang tamu Belgia yang sewa
mobil dalam overnight tour ini sebelumnya tinggal di beberapa hotel di Bali. Hari pertama 17 Agustus 2009, waktu dijemput di Bandara Ngurah Rai Bali, langsung menuju ke salah satu hotel yang terletak di Desa Sanda, Pupuan, Tabanan yang ditempuh kurang lebih 2 jam 15 menit dari airport. Ya….., terasa cukup melelahkan nyetir 2 jam, apalagi daerah yang dituju daerah pegunungan di Pupuan Tabanan di malam hari yang dingin, terkenal dengan pemandangan alam yang menawan, pemandangan gunung dan persawahan rice terrace. Maklum pesawat mendarat pukul 20:00 wita. Daerah countryside menjadi tujuan wisata sebagian besar tamu-tamu Eropa yang tertarik dengan tropical plantation seperti cengkeh, kelapa, kopi dan beberapa jenis tanaman tropis lainnya. Hal yang menarik dan pengalaman baru bagi wisatawan Eropa.
Tamu Belgia ini tinggal 2 malam di Pupuan, Tabanan. Salah satu kegiatan yang diisi yaitu meninjau desa yang dibantu oleh wisatawan Eropa dalam pengadaan air bersih dan pembagian alat belajar. Akses jalan menuju desa tersebut kurang bagus mobil minibus Isuzu ELF Surga Baliharus menurunkan tamunya di pinggir jalan yang selanjutnya dijemput oleh mobil carry pick up yang telah disiapkan oleh pemuka desa yang dibantu oleh wisatawn tersebut.
Singkat cerita, tanggal 19 Agustus 2009, tamu pindah hotel dari Desa Sanda Pupuan Tabanan ke salah satu hotel kecil namun asri dan fasilitasnya lengkap di daerah Kedewatan Ubud. Tinggal 3 hari di Ubud diisi dengan tour dan menikmati pentas Tari
Kecak. Hari kedua disi dengan tour ke sentra-sentra kerajinan berikut pasar seni Ubud yang lokasinya dekan dengan Puri Saren Ubud, menikamti tour ke Bali Timur dan mengunjungi Sangeh.
Tour leader yang kami ajak Bapak Ludo W, orang Belgia yang sangat fasih berbahasa Indonesia sangat senang karena tamu yang diajaknya ke Bali sangat puas. Dapat menikmati pemandangan Bali yang asri, hijau dan mempesona berikut dalam perjalanan tour kebetulan menemui masyarakat Hindu
Bali yang melangsungkan kegiatan agama, seperti halnya di Padangbai yang sedang menyelangarakan upcara ngaben.
Tanggal 23 Agustus, seperti saya ceritakan ditas, pindah hotel dari Ubud ke Sanur namun singgah di Bali Bird Park, yang terletak di Desa Singapadu, Batubulan, Gianyar. Di sini, kita bisa menyaksikan aneka jenis burung yang hidup di daerah tropis dari berbagai negara. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp.65.0000 untuk dewasa dan USD 21.1+ 10% pajak untuk wisatawan asing. Harga tiket sudah termasuk mengunjungi Bali Reptile Park yang lokasinya di sebelah Bali Bird Park. Bali Reptile Park mengkoleksi aneka jenis reptile seperti ular, komodo dan beberapa binatang reptile lainnya. Didalam taman burung ini, kita bisa photo bersama dengan aneka jenis burung. Wisatawan sangat betah mengunjungi tempat wisata ini. Setelah kurang lebih 2 jam tamu Belgia menghabiskan waktu di obyek wisata ini, kami melanjutkan perjalanan ke hotel di Sanur.